for any of you who opened this blog,
I hope this blog useful for all of us.
Although there are still many shortcomings, but the important of this is all of us still HEPI IN HEPI OUT
:D

Minggu, 14 April 2013

JENIS TES HASIL BELAJAR

A.  METODE EVALUASI (PENGIDENTIFIKASI PERUBAHAN PERILAKU)
1.    Pengertian Tes Dan Non Tes
1)   Teknik tes
Wayan Nurkencana (1993), tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas yang harus dikerjakan anak atau sekelompok anak sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau prestasi anak tersebut yang kemudian dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh anak-anak lain atau standar yang telah ditetapkan.
Teknik tes meliputi tes lisan, tes tertulis dan tes perbuatan. Tes lisan dilakukan dalam bentuk pertanyaan lisan di kelas yang dilakukan pada saat pembelajaran di kelas berlangsung atau di akhir pembelajaran. Tes tertulis adalah tes yang dilakukan tertulis, baik pertanyaan maupun jawabannya. Sedangkan tes perbuatan atau tes unjuk kerja adalah tes yang dilaksanakan dengan jawaban menggunakan perbuatan atau tindakan.
Evaluasi dengan menggunakan teknik tes bertujuan untuk mengetahui:
1)   Tingkat kemampuan awal siswa
2)   Hasil belajar siswa
3)   Perkembangan prestasi siswa
4)   Keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
2)   Teknik non tes
Teknik evaluasi nontes berarti melaksanakan penilaian dengan tidak menggunakan tes. Dengan teknik non-tes maka penilaian atau evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan dengan tanpa menguji peserta didik melainkan dilakukan dengan melakukan pengamatan secara sistematis (observation), melakukan wawancara (interview), menyebarkan angket (questionnaire), dan memeriksa atau meneliti dokumen-dokumen (documentery analysis) (Anas sudijono, 1996: 76).
1)   Pengamatan atau observasi
Secara umum, pengertian observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. Alat yang digunakan berupa lembar observasi yang disusun dalam bentuk check list atau skala penilaian.
2)   Wawancara
Secara umum yang dimaksud dengan wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilasanakan dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak. Alat yang digunakan adalah pedoman wawancara yang mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan.
3)   Angket
Angket adalah wawancara yang dilakukan secara tertulis. Angket dapat digunakan sebagai alat penilaian hasil belajar. Angket dapat diberikan langsung kepada peserta didik, dapat pula diberikan kepada orang tua mereka.
4)   Skala
Skala adalah alat untuk mengukur nilai, sikap, minat, perhatian, dan lain-lain yang disusun dalam bentuk pernyataan untuk dinilai oleh responden dan hasilnya dalam bentuk rentangan nilai sesuai dengan kriteria yang ditentukan.

2.    Jenis tes hasil belajar
1)        Tes merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan dalam rangka melaksanakan kegiatan pengukuran, yang di dalamnya terdapat berbagai pertanyaa, pernyataan, atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan. Di dalam pengertian tersebut mengandung 2 unsur pentig pertama tes merupakan suatu cara atau teknik yang disusun secara sistematis dan digunakan dalam rangka kegiatan pengukuran. Kedua, di dalam tes terdapat berbagai pertanyaan atau pertanyaan serangkaian tugas yag harus dijawab dab dikerjakan oleh peserta didik. Ketiga tes digunaka untuk mengukur suatu aspek perilaku peserta didik. Keempat hasil tes peserta didik perlu diberi skor dan nilai.
2)        Tes buatan guru adalah tes yang disusun sendiri oleh guru yang akan mempergunakan tes tersebut. Tes ini biasanya digunakan untuk ulangan harian, formatif, dan ulangan umum (sumatif). Tes buatan guru ini disusun untuk mengukur tingkat penugasan peserta didik terhadap materi pelajaran yang sudah disampaikan.
3)        Tes baku adalah tes yang sudah memiliki derajat validitas dan reliabilitas yang tinggi berdasarkan percobaan-percobaan terhadap sampel yang cukup besar dan representatif. Disamping itu tes baku telah diklasifikasikan sesuai dengan tingkat kelas dan klasifikasiannya. Tes buku bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam 3 aspek yaitu kedudukan belajar, kemajuan belajar, dan diagnostik. Tes baku juga digunakan untuk mengukur kemajuan belajar peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. Dalam mata pelajaran tertentu, artinya jika guru selesai menyelasaiakn salah satu atau beberapa pokok pelajaran guru melakukan ujian kepada siswa.
4)        Tes kelompok adalah tes yang diadakan secara kelompok sehingga guru akan menghadapi sekelompok peserta didik
5)        Tes perseorangan adalah tes yng dilakukan secara perseorangan sehingga guru akan dihadapkan pada seorang peserta didik.
6)        Tes tulisan adalah tes yang menuntut jawaban peserta didik dalam bentuk tertulis. Tes tulis ada yang bersifat formal dn non formal. Tes yang bersifat formal adalah jumlah tes testi yang cukup besar yang diselenggarakan oleh panitia resmi yang diangkat oleh Pemerintah. Tes formal ini bertujuan yang lebih luas dan didasarkan pada standar tertentu yang berlaku umum, sedangkan tes nonformal berlaku untuk tujuan tertentu dan lingkungan terbatas yang diselenggarakan langsung oleh pihak pelaksana dalam situasi setengah resmi tanpa melalui institusi resmi. Tes tertulis ada 2 bentuk yakni:
a)    Tes bentuk uraian adalah tes yang menuntut peserta didik untuk menguraikan, mengorganisasikan, dan menyatakan jawaban dengan kata-katanya sendiri dalam bentuk teknik dan gaya yang berbeda antara satu dan lainnya. Tes bentuk uraian merupakan tes yang pertama kali ada. Bentuk uraian ini dapat digunakan untuk mengukur  kegiatan belajar yang sulit diukur oleh bentuk objektif. Tes bentuk uraian dapat dibagai menjadi 2 yaitu:
à Uraian Terbatas : dalam menjawab tes bentuk uraian ini peserta didik harus mengemukakan hal-hal tertentu sebagai bats-batasnya. Meskipun kalimat yang digunakan dalam menjawab soal bermacam-macam akan tetapi harus mengandung pokok-pokok penting yang terdapat dalam sistemmatika jawabannya.
à Uraian Bebas: dalam hal ini sisw bebas menjawab soal dengan cara dan sistematika sendiri. Oleh karena itu peserta didik mempunyai cara dan sistematika yang berbeda. Namun guru harus memiliki patokan dalam mengoreksi jawaban pserta didik nanti.
b)   Tes bentuk objektif adalah bentuk tes yang memiliki sehimpunan jawaban dengan rumusan yang relatif lebih pasti sehingga bisa dilakukan penskoran secara objektif. Sehingga sekalipun pemeriksa berbeda maka akan menghasilkan skor yang relatif sama. Dalam penskoran bentuk soal uraian objektif skor hanya menggunakan 2 kategori yakni benar dan salah. Tes objektif ini mengandung beberapa bentuk yakni :
à Bentuk tes benar-salah: pernyataan yang mengandung 2 kemungkinan jawaban yakni benar dan salah. Salah satu fungsi jenis soal benar-salah adalah untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam membedakan antara fakta dan pendapat. Bentuk soal seperti ini lebih banyak digunakan untuk mengukur kemampuan mengidentifikasi informasi berdasarkan hubungan yang sederhana.
à Bentuk tes Pilihan-Ganda: soal tes bentuk ini digunakan untuk mengukur hasil belajar yang lebih kompleks dan berkenaan dengan aspek ingatan, pengertian, aplikasi, analisis, sintetis dan evaluasi. Dalam soal ini guru bebas memberikan berapa jumlah pilihan jawaban, akan tetapi lebih banyak lebih baik hal ini dimaksudkan untuk mengurangi faktor menebak-nebak sehingga dapat meningkatkan validitas dan reliabilitas soal. Kemampuan yang dapat diukur dalam bentuk soal pilihan ganda antara lain mengenai istilah, fakta, prinsip, metode dan prosedur mengidentifikasi penggunaan fakta dan prinsip, menafsirkan hubungan sebab akibat dan menili metode serta prosedur. Beberapa jenis bentuk pertanyaan pilihan ganda dalah sebagai berikut:
1.    Distracters, yaitu setiap pernyataan atau pertanyaan mempunyai beberapa pilihan jawaban yang salah tetapi disediakan pilihan jawaban yang benar
2.    Analisis hubungan antara hal, yaitu bentuk soal yang dapat digunakan untuk melihat kemampuan peserta didik dalam menganalisis hubungan antara pernyataan dan alasan (Sebab akibat)
3.    Variasi negatif, yaitu setiap pertanyaan atau pernyataan mempunyai beberap pilihan jawaban yang benar, tetapi disediakan satu kemungkinan jawaban yang salah.
          Kebaikan dari soal pilihan ganda adalah (a) cara penilain yang dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan objektif (b) kemungkinan peserta didik menjawab dengan terkaan dapat dikurangi (c) dapat digunakan untuk menilai kemampuan peseta didik dalam berbagai jenjang kemampuan kognitif, (d) dapat digunakan berilang-ulang, (e) sangat cocok untuk peserta didik dalam jumlah banyak. Sedangkan kelamahan dari jenis tes ini adalah (a) idak dapat digunakan untuk mengukur kemampuan verbal dan pemecahan masalah, (b) penyusunan soal yang benar-benar baik membutuhkan waktu yang lama, (c) sukar menentukan alternatif jawaban yang benar-benar homogen, logis, dan berfungsi.
à Bentuk tes menjodohkan: jenis soal ini hampir sama dengan pilihan ganda hanya saja dalam bentuk tes ini disediakan 2 kolom yang berbeda dimana kolom sebalah kiri berisi sekumpulan pertanyaan dan kolom seblah kanan adalah sekumpulan jawaban dan jumalh jawaban disediakan lebih banyak daripada jenis soal. Bentuk soal menjodohkan sangat baik untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam mengidientifikasi informasi berdasarkan hubungan yang sederhana dan kemampuan mengidentifikasi kemampuan menghubungkan antara 2 hal. Makin banyak hubungan premis dengan respons dibuat maka makin baik soal yang disajikan. Kebaikan bentuk tes ini adalah (a)relatif mudah disusun, (b) penskorn udah, objektif dan cepat, (c) dapat digunakan untuk menilai teori dengan penemunya, sebab dan akibatnya, istilah dan definisnya dan (d) materi tes cukup luas. Kelemahannya adalah (a) ada kecenderungan untuk menekankan ingatan saja, (b) kurang baik untuk menilai pengertian guna membuat taksiran.
à Bentuk soal melengkapi dan singkat: jenis tes ini masing-masing menghendaki jawaban dengan kaliman dan atau angka-angka yang hanya dapat dinilai benar atau salah. Kebaikan tes ini adalah (a) relatif mudah disusun (b) sangat baik untuk menilai peserta didik yang sesuai dengan fakta-fakta, prinsip-prinsip, dan terminologi (c) menuntut peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya secara singkat dan jelas, (d) pemerikasaan lembar jawaban dapat dilakukan dengan objektif. Kelemahannya adalah (a) pada umumnya hanya berkenaan dengan kemampuan mengingat saja sedangkan kemampuan yang lain agak terabaikan (b) pada soal bentuk melengkapi jika titik-titik kosong yang diisi terlalu banyak sehingga peseta didik biasanya sering terkecoh (c) dalam memeriksa lembar jawaban dibutuhkan waktu yang cukup lama.
7)        Bentuk tes lisan adalah tes yang menuntun jawaban dari peserta didik dalam bentuk lisan. Peserta didik akan mengucapkan jawaban dengan kata-katanya sendiri sesuai dengan pernyataan atau perintah yang diberikan. Kelebihan tes ini adalah (a) dapat mengetahui kemampuan peserta didik dalam menyatakan pendapatnya secara langsung, (b) tidak perlu menyusun soal secara terurai cukup poko-pokonya saja, (c) kemungkinan peserta didik menjawab dengn menerka-nerka dapat dihindari. Kelemahan (a) memakan waktu yang cukup banyak apalagi ika peserta didiknya banyak, (b) sering terjadi subjektivitas apabila hanya ada 1 peserta didik dan 1 pendidik.
8)        Tes perbuatan adalah tes yang menuntut jawaban peserta didik dalam bentuk perilaku, tindakan, atau perbuatan. Stigins (1994) menyatakan bahwa tes tidakan adalah suatu bentuk tes yang peserta didiknya diminta untuk melakukan kegitan khusus di bawah pengawasan penguji yang akan mengobservasi penampilannya dan membuat keputusan tentang kualitas hasil belajar yang didemontrasikan. Kelebihan tes ini dalah (1) satu-satunya teknik tes yang dapat digunakan untuk mengetahui hasil belajar dalam bidang ketrampilan (2) sangat baik untuk mencocokan antara teori yang dimiliki peserta didik dengan ketrampilan praktik, (3) dalam pelaksanaanya tidak memungkinkan peserta untuk menyontek, (4) guru dapat mengenal lebih pada karakteristik peserta didik. Kelamahannya adalah (1) memakan waktu yang lama, (2) dalam hal tertentu membutuhkan biaya yang besar, (3) cepat membosankan (4) jika tes tindakan sudah menjdi suatu yang rutin maka tidak berarti apa-apa, (5) memerlukan syarat pendukung yang lengkap baik waktu, tenaga maupun biaya.
9)        Tes kemampuan adalah tes yang menghendaki peserta didik agar sebagain peserta didik dapat menyelesaikan tes dalam waktu yang disediakan. Sehingga guru harus menghitung waktu pelaksanaan tes yang logis, rasional, dan proposional ketika menyusn kisi-kisi tes.
10)    Tes kecepatan adalah kecepatan peserta didik dalam mengerjakan sesuatu pada waktu atau periode tertentu.
11)    Tes formatif adalah jenis tes yang bertujuan untuk memperoleh masukan tentang tingkat keberhasilan pelaksanaan proses pembelajaran. Masukan ini bergun untuk meperbaiki metode pembelajaran sehingga tes ini bukan dibuat untuk mengukur keberhasilan belajar semata tetapi juga untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran.
12)    Tes sumatif diberikan pada akhir suatu pelajaran atau akhir semester. Hasilnya digunakan untuk mengukur keberhasilan peserta didik.
13)    Tes diagnostik berguna untuk mengetahui kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik, termasuk kesalahpahaman kosnep. Hasil tes ini memberikan informasi tentang konsep yang belum dipahami dan yang telah dipahami. Oleh karena itu, tes ini berisi materi yang dirasa sulit oleh peserta didik, namun tingkat kesulitan tes ini cenderung rendah.
14)    Tes penempatan dilaksanakan pada awal pelajaran, digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan yang telah dmiliki peserta didik. Untuk mempelajari suatu tes diperlukan sebuah pengetahuan pendukung. Pengetahuan pendukung ini diketahui dengan menelaah hasil tes penempatan. Apakah peserta didik memerlukan matrikulasi, tambahan pelajaram atau tidak dari hasil tes tersebut. 

sumber :
 
Sudijono, A. (2007). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo    Persada.

Nurkencana, W. 1993. Evaluasi Pendidikan. Surabaya : Usaha Nasional.

Jamaluddin, D. Evaluasi Non Tes. (http://deryjamaluddin.page.tl/Evaluasi-Non_Tes.html).Online, diakses 8 Maret 2013.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar